Seputar Investasi
Perbedaan Tabungan Dengan Asuransi Pendidikan

Perbedaan Tabungan Dengan Asuransi Pendidikan
Saat ini masih banyak ditemui para nasabah yang bingung tentang perbedaan tabungan dengan program asuransi pendidikan sebagai investasi dana pendidikan.

Saat ini masih banyak ditemui para nasabah yang bingung tentang perbedaan tabungan dengan program asuransi pendidikan sebagai investasi  dana pendidikan. Dan pada akhirnya setelah mendengarkan penjelasan para nasabah memilih asuransi pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Apa saja sebenarnya perbedaan dari tabungan dan asuransi pendidikan ? berikut ini penjelasannya :
Yang pertama, tabungan pendidikan :

  1. Saat ini banyak yang menawarkan program tabungan pendidikan pada para calon nasabahnya. Program ini bertujuan untuk menyiapkan dana untuk pendidikan anak dalam periode waktu jangka yang pendek kurang lebih 2–5 tahun, hasil dari tabungan yang lebih di peroleh seputar 3 - 6 % an sebelum dipotong pajak (dibandingkan dengan perkembangan inflasi Indonesia yang rata-rata 8 -10 % nilai penambahan investasi di tabungan asuransi yang kurang signifikan ).
  2. Di dalam program tabungan pendidikan ada juga program asuransi, akan tetapi progam asuransi yang tersedia tidaklah lengkap seperti program asuransi pada umumnya. Asuransi tersebut ditanggung hanya sebesar akhir nilai dari dana yang akan didapat diakhir nanti. Jika suatu saat nasabah mengalami risiko atau musibah meninggal, maka ahli waris yang akan mendapatkan manfaat, yaitu berupa dana sebesar nominal sebagai tujuan nasabah pada awal kesepakatan.
  3. Program tabungan pendidikan ini tidak ada nilai bunga tabungan yang bernilai besar dan pada umumnya dikenakan biaya administrasi.
Yang kedua , Asuransi Pendidikan :
  1. Berbeda dengan program tabungan pendidikan, dalam program asuransi pendidikan selain asuransi dasar, terdapat banyak pilihan asuransi tambahan lain (PruCC 34 . PruADD, PruHS, Prumed, PruPayor, dan lain-lain yang semuanya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan para nasabahnya).
  2. Apabila nasabah atau yang tertanggung meninggal dunia maka ahli warislah yang bakal memperoleh dana sebesar uang pertanggungan yang sudah disepakati di awal, ditambah hasil dari investasi sesuai dengan pertumbuhan investasinya.
  3. Investasi yang sudah disimpan dapat memberikan hasil yang lebih besar dari pada tabungan pendidikan biasa, hal ini disebabkan dana investasi/tabungan diletakkan pada instrumen investasi/reksadana. Program asuransi pendidikan sangat baik untuk menyimpan atau merencanakan pendidikan anak dalam waktu jangka panjang rata-rata di atas 5-10 tahun.
  4. Nilai hasil investasi atau bunga yang diperoleh tergantung dengan kemampuan itu sendiri.
  5. Dalam asuransi pendidikan adanya biaya akuisisi, yaitu biaya yang dikenakan berhubungan dengan permintaan pertanggungan serta penerbitan polis yang akan mencakup biaya kontrol kesehatan, pengadaan polis serta pencetakan dokumen, biaya lapangan, serta lainnya yang biasannbya dipotong sampai tahun ke 5.
  6. Terdapat biaya asuransi yang dibebankan untuk tertanggung, yang disebut premi.
Itulah perbedaan dari tabung dan asuransi pendidikan yang dapat membantu anda dalam menyiapkan dana untuk masa depan pendidikan anak anda.









Seputar Investasi Lainnya
4 Alasan Utama Kenapa Asuransi Jiwa Sangat Penting Bagi Anda
4 Alasan Utama Kenapa Asuransi Jiwa Sangat Penting Bagi Anda
Senin, 28 September 2015 11:18 WIB
Kematian seseorang memang tidak bisa di prediksi datangnya, Itulah yang menjadi alasan terkuat kenapa Asuransi Jiwa menjadi sangat penting bagi Anda.
9 Istilah Dalam Dunia Asuransi yang Harus Anda Ketahui
9 Istilah Dalam Dunia Asuransi yang Harus Anda Ketahui
Rabu, 30 September 2015 11:53 WIB
Asuransi yang sudah mulai dikenal banyak orang ini merupakan bisnis yang sedang popular. Walau pun sudah lama terdapat bisnis seperti ini tetapi baru-baru ini lah bisnis mulai dilirik
Kisah Pengusaha Muda Sukses Hamzah Izzulhaq
Kisah Pengusaha Muda Sukses Hamzah Izzulhaq
Selasa, 06 Oktober 2015 08:35 WIB
Banyak orang mengira bahwa hanya orang tualah yang bisa bekerja dan menjadi pengusaha. Padahal anggapan itu adalah salah. Banyak anak-anak muda Indonesia yang memiliki bakat untuk menjadi pengusaha besar